Senin, 22 Mei 2017

Penyebab dan Gejala Penyakit Batu Ginjal

Penyebab dan Gejala Penyakit Batu Ginjal

Penyebab dan Gejala Penyakit Batu Ginjal. Batu ginjal (renal lithiasis) adalah endapan kecil, keras yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal tersebut terbuat dari mineral dan garam asam. Batu ginjal juga dapat diartikan sebagai salah satu fenomena penyakit ginjal yang unik dimana terdapat batu pada ginjal akibat penumpukan kristal atau molekul yang tidak terbuang di ginjal, dan jika semakin lama akan membuat batu berkembang menjadi besar. Batu ginjal tidak selalu menyakitkan dan kadang-kadang ditemukan setelah sinar-X atau pemeriksaan USG. Batu ginjal biasanya terjadi pada pria sebelumnya sehat antara 30-50 tahun. Laki-laki memiliki resiko lebih besar dibanding perempuan dengan rasio 4:1.

Penyebab Batu Ginjal

Batu ginjal dapat disebabkan oleh adanya pengurangan atau kurangnya volume pada urine atau kelebihan unsur senyawa yang membentuk batu dalam kemih atapun saluran urine. Kurangnya cairan dalam tubuh dapat disebabkan kurangnya mengkonsumsi air putih mineral, sehingga mempercepat pembentukan batu ginjal.
  1. Penyebab timbulnya batu ginjal diketahui memiliki riwayat penyakit sebelumnya seperti penyakit gout atau asam urat yang disebabkan oleh adanya jumlah yang meningkat pada kadar asam urat dalam urine sehingga mempermudah dalam pembentukan batu-batu asam urat.Hypercalciuria (kadar kalsium yang tinggi dalam urine) disebabkan karena banyaknya kalsium yang diserap dari berbagai sumber makanan yang masuk kedalam urine dan membentuk batu-batu kalsium fosfat atau kalsium oksalat
  2. Hyperarathyroridism adalah penyakit ginjal seperti renal tubular acidosis dan penyakit-penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) juga sangat memicu dalam pengembangan batu ginjal
  3. Seseorang yang memiliki penyakir peradangan usus besar atau yang pernah mengalami operasi ostomy
  4. Efek dari mengkonsumsi obat-obatan kimia secara terus menerus
  5. Jenis obat-obatan yang memiliki resiko pada batu ginjal seperti diuretics, antacid yang mengandung kalsium, dan protease inhibitor Crixivan (indinavir), obat yang digunakan untuk merawat infeksi HIV.

Gejala Penyakit Batu Ginjal

Mungkin ini tanda dan gejala yang akan terjadi, diantanya :

  1. Nyeri hebat pada pinggang dan punggung, dibawah tulang rusuk
  2. Nyeri yang menyebar dibawah perut dan paha
  3. Nyeri yang berfluktuasi
  4. Nyeri disaat buang air kecil
  5. Urin akan berubah menjadi merah jambu, merah, atau coklat
  6. Mual dan muntah
  7. Urine yang keruh atau berbau busuk
  8. Ingin buang air kecil yang menetap
  9. Lebih sering buang air kecil dari biasanya
  10. Demam dan menggigil bila ada infeksi
Bagi anda yang mempunyai gejala batu ginjal seperti diatas atau mengidap penyakit tersebut, segeralah lakukan penanganan pengobatan batu ginjal secara alami.

Demikian sedikit informasi mengenai Penyebab dan Gejala Penyakit Batu Ginjal, semoga bermanfaat.

Kamis, 18 Mei 2017

Mengenali Penyakit Asam Urat dan Rematik

Mengenali Penyakit Asam Urat dan Rematik

Setiap orang yang memiliki kelebihan berat badan beresiko untuk terkena sakit rematik. Biasanya orang yang terkena sakit rematik akan mengambil tindakan mengonsumsi obat penghilang sakit ataupun obat kimia lainnya untuk menghilangkan sakit tersebut. Namun obat berbahan kimia ini mempunyai efek samping jangka panjang yang sangat negatif yaitu dapat menimbulkan penyakit gagal ginjal ataupun kerusakan hati. Lalu cara apa yang tepat untuk mengatasi rematik ini? Tentu saja melakukan pengobatan asam urat secara alami.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, perlu diketahui bahwa rematik bukan satu-satunya masalah tulang yang dapat terjadi pada siapapun. Masalah lain yaitu seperti asam urat.

Kami akan memberitahukan solusi untuk mengatasi rematik dan asam urat, agar para penderita rematik dan asam urat dapat terbebas dari kedua masalah kesehatan tersebut.

Sakit rematik ini adalah rasa nyeri yang menyerang persendian dan tulang-tulang. Rasa sakit ini disebabkan oleh peradangan yang terjadi di persendian. Peradangan ini bisa disebabkan oleh kelebihan metabolisme purin yang kemudian akan tertimbun di dalam persendian. Selain itu, kegemukan atau obesitas juga dapat menjadi penyebab Anda terserang sakit rematik.

Berikut ini beberapa gejala yang ditimbulkan jika Anda terserang penyakit rematik ini.
  1. Mengalami demam
  2. Tubuh menjadi melemah
  3. Terasa nyeri di sekujur tubuh
  4. Kelelahan
  5. Nafsu makan berkurang
  6. Sendi mengalami pembengkakan
  7. Berat badan turun
  8. Kaku di persendian
  9. Pembuluh darah meradang sehingga menimbulkan benjolan di bawah kulit
  10. Di pergelangan kaki terdapat penumpukan cairan

Sakit rematik ini dapat menimbulkan dampak yang serius jika tidak segera ditangani. Diantaranya adalah Anda akan mengalami cacat sendi, ketidakmampuan fisik atau bahkan kematian yang paling buruk. Untuk itulah kami menyarankan Anda untuk segera melakukan tindakan jika Anda sudah mulai merasakan gejala sakit rematik yang diuraikan di atas muncul pada Anda.

Sering mengalami sakit pada persendian? Mungkin Anda menderita sakit asam urat. Asam urat ini sebenarnya adalah zat baik yang dihasilkan dari zat purin melalui proses metabolisme. Namun Asam urat akan berubah menjadi membahayakan ketika Asam urat yang telah diproduki tidak dapat di keluarkan oleh ginjal. Kelebihan tersebut akan disimpan di dalam tubuh yang tertimbun dan mengendap di persendian. Di dalam ginjal sendiri asam urat ini akan mengendap dan berubah menjadi kristal-kristal yang akan menyebabkan penyakit batu ginjal.

Gejala Asam Urat

Berikut ini adalah beberapa gejala yang di alami penderita penyakit asam urat.
  1. Sering mengalami kesemutan.
  2. Sendi terasa linu dan nyeri luar biasa.
  3. Nyeri sendi terjadi di pergelangan kaki, lutut, jari tangan dan jari kaki.
  4. Sendi membengkak dan berwarna kemerahan.
  5. Sendi yang terserang terasa panas menyengat.

Pantangan Makanan Penderita Asam urat

Penderita penyakit asam urat akan memiliki pantangan tertentu untuk menjaga agar kadar asam urat tidak naik. Kami beritahukan jenis pantangan penderita asam urat tersebut.
  1. Tidak diperkenankan memakan makanan yang memiliki kadar zat puring yang tinggi, seperti; jeroan, hati, limpa, babat, usus, dll.
  2. Tidak boleh memakan makanan kalengan seperti kornet dan lain sebagainya.
  3. Tidak meminum minuman yang di fermentasikan seperti bir.
  4. Tidak diperbolehan memakan makanan dari olahan kacang seperti tempe, taucho, oncom, susu kacang kedelai, dll.
  5. Tidak boleh memakan sayuran seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya, dll.

Setelah Anda membaca uraian di atas, kini saatnya bagi Anda untuk melakukan tindakan untuk mengatasi asam urat dan rematik. Salah satu cara mengobati penyakit rematik dan asam urat adalah dengan mengonsumsi obat asam urat alami. Mungkin di lain waktu diterangkan cara mengobati asam urat dan penyakit rematik secara alami.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Jumat, 20 Mei 2016

Cara mengobati kolesterol dengan tempe

Cara mengobati kolesterol dengan tempe

Cara mengobati kolesterol dengan tempe, Siapa yang tak kenal tempe? Menu satu ini jadi alternatif lauk murah namun bergizi tinggi. Olahan dari kacang kedelai ini memang terkenal akan nutrisinya yang kaya. Terlebih harganya relatif murah dan gampang diolah beragam cara.

Untuk makan pagi, tempe bisa jadi pilihan lauk yang bergizi tinggi. Lihat saja nutrisinya, per 100 gram tempe mentah mengandung 201 kkal energi, 20.8 gram protein, 13.5 gram karbohidrat, juga 155 mg kalsium serta 324 mg fosfor.

Kabar baiknya, tempe bisa menurunkan kadar kolesterol hingga 30%. Bahkan konsumsi rutin tempe bisa menurunkan kolesterol jahat hingga 35%. Sebaliknya, konsumsi kedelai mampu tingkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh.

Sementara itu, situs WHFoods mengungkap manfaat lain dari tempe. tempe mampu menstabilkan gula darah dan baik untuk penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Protein dalam tempe bisa menggantikan protein yang dihasilkan dari protein daging. Protein dan serat di dalamnya membantu cegah naiknya tingkat gula darah dan membuatnya tetap dalam angka yang normal.

Tempe juga mengandung isoflavone di dalamnya. Isoflavone sangat berguna untuk menurunkan resiko osteoporosis, menangkal radikal bebas yang sebabkan kanker, juga menurunkan resiko terkena penyakit jantung.

Untuk mengolahnya, Anda perlu lebih cermat. Pasalnya tempe yang diolah dengan cara digoreng bisa meningkatkan jumlah lemak. Seperti dimuat dalam tabel nutrisi PERGIZI tahun 2009, tiap 100 gram tempe yang digoreng mengandung 26,6 gram lemak, melonjak naik dari tempe mentah yang hanya memiliki 8.8 gram lemak.


Baca juga: